4 Komentar

[ASTAG…] Militer Iran Telah Lumpuh Sejak 1980


Iran, dengan hampir satu setengah juta tentara adalah yang terbesar di Timteng, tetapi embargo militer pimpinan US yang berjalan selama beberapa dekade berdampak besar terhadap kekuatan persenjataan konvensionalnya.

Iran telah beradaptasi, dengan merubah fokus kekuatannya, tapi tidak banyak membawa perubahan.

Sejalan dengan sanksi dan embargo resmi, negara barat juga menerapkan sanksi tidak resmi yang membolehkan supply barang2 tertentu.

“Iran bergantung pada banyak sistem persenjataan era Shah” kata Anthony Cordesman CSIS Washington

Sejak Revolution Islam di Iran, tetangga2 Iran telah mengucurkan milliaran dollar sampai jumlah yang hampir tidak terbatas untuk membeli sistem persenjataan barat yang paling muktahir.

Tidak demikian dengan Iran.

Solusi Teknologi Rendah

Sejak 1980, Iran sudah tidak mampu memodernisasi sistem persenjataannya secara berkala.

Sistem persenjataan yang ketinggalan jaman, dimana banyak anti rudal yang digunakan dalam perang Iran – Iraq yang seiring dengan semakin tertinggal.

Sebagai gantinya, Tehran telah menggunakan solusi teknologi rendah, yang dikenal sebagai perang assymmetric yang sering melibatkan Garda Revolusi Iran

Ini melibatkan kekuatan laut yang biasa2 aja, yang tidak akan mampu untuk bertempur secara frontal, tapi cukup untuk mengganggu supply minyak di teluk.

Dan itulah cara lain Iran untuk melebarkan pengaruhnya

Jika anda berbicara tentang supply kepada Hizbullah atau Hamas atau Taliban, maka anda tidak berbicara tentang pesawat tempur, melainkan hanyalah SSM atau SAM yang belum stabil.

Penyuludupan Spare Part

Iran mempunyai sekitar 300 pesawat tempur. tapi itu bukanlah gambaran sesungguhnya.

Untuk tetap dapat menggunakan persenjataan antiknya, Iran telah mengatur penyeludupan spare part.

“Ini sungguh sebuah krisis, karena hanya 40 s/d 60% inventaris Iran yang layak terbang” kata Anthony Cordesman.

Jika Iran tidak menyeludupkan spare partnya, maka niscaya seluruh pesawatnya tidak akan bisa digunakan.

Tapi tentu saja dampak embargo akan menghilang sejalan dengan waktu

“One of the long-term effects of arms embargoes is for countries always to become more self-sufficient, to develop their own manufacturing capability,” Malcolm Chalmers says.

Teknologi Rudal

Iran jelas telah mengivestasikan tenaga dan pikiran untuk membangun sistem rudal jarak jauh, untuk menutupi kelemahan angkatan udaranya.

Mungkin itu adalah satu2nya kemajuan militer Iran, terlepas dari perkembangan teknologi nuklir yang sedang dicurigai Barat dan para tetangganya.

Perkembangan rudal tersebut tidak lepas dari bantuan negara lain, Korea Utara misalnya.

Dalam perjalanannya, Iran menjadi paling aktif dalam mengembangkan sistem rudal tersebut melebihi Pyongyang

Selain rudal, Iran tidak begitu sukses mengembangkan persenjataan lainnya. “Sedikit sekali yang diproduksi” kata Anthony Cordesman.

Kebanyakan tidak digunakan. Pada kasus tertentu mereka bahkan berbohong tentang kemampuan sistem tersebut yang sama sekali tidak bisa menampilkan kekuatan sebagaimana yang anda lihat di media.

4 comments on “[ASTAG…] Militer Iran Telah Lumpuh Sejak 1980

  1. Analisa yang sangat dangkal, Iran adalah negara yang sangat ditakuti oleh AS, dan Israel adalah negara yang akan hancur dan lenyap oleh kekuatan Iran.

  2. Banyak baca referensi lainnya, donk. Analisanya cemen ( double jempol ke bawah) !!

  3. trus kenapa yah iran belum di serang??? jangan2 sekutu takut yah sama militer yang gagal produksi??? atau takut resiko. dimana2 barat itu berani kalo lawannya lemah. mereka takut kalo dalam keadaan seimbang, contoh??? korut. china, rusia….. hayoooo maaanaaaaaa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: