Tinggalkan komentar

Sejarah Baru, inilah satu-satunya pembatalan kunjungan kenegaraan.


SBY says, “Yang tidak bisa saya terima adalah ketika Presiden RI berkunjung ke Den Hag, Belanda atas undangan Ratu Belanda dan juga Perdana Menteri Belanda pada saat itulah pada saat kunjungan digelar sebuah pengadilan yang antara lain untuk memutus tuntutan ditangkapnya Presiden RI”.
BATAL! Karena Pengadilan Negeri Belanda menggelar sidang tuntutan Republik Maluku Selatan (RMS) terhadap Bangsa Indonesia. Inilah satu-satunya pembatalan keberangkatan kunjungan kenegaraan dimana tinggal beberapa saat lagi keberangkatan ini dilangsungkan. Tak ayal, koper dan seluruh barang bawaan pun harus kembali diturunkan. Segudang pertanyaan pun berkembang. Mulai dari kecaman terhadap Belanda hingga kebingungan yang tak tentu arah. Benarkah pembatalan ini merupakan pengalihan isu-isu dalam negeri yang belakangan banyak mendera pemerintahan SBY?
Sebut saja aksi masa di Tarakan, Kalimantan Timur atau merajalelanya preman di Ampera, Jakarta Selatan. Kecelakaan kereta api, belum lagi terlambatnya Presiden menyampaikan nama calon Kapolri selama beberapa hari. Pengamat politik, Ikrar Nusabakti mengungkapkan ada sesuatu yang ganjil atas pembatalan mendadak ini, menurutnya sah-sah saja membatalkan kunjungan kenegaraan ke negeri Belanda. Namun yang aneh pembatalan tidak seharusnya dilakukan dengan cara yang sangat mendadak. Nah, lalu mana yang benar?
Tentu apa pun jawabannya, kejadian ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Layaknya keluarga yang hendak pergi ke luar kota semua sudah siap sedia namun dibatalkan dalam waktu sekejap, tetapi ini terjadi di tingkat negara yang memiliki Dinas Inteligent CANGGIH.

Surprise dari Pak SBY
Sebelum mengagetkan dengan pembatalan rencana kunjungan ke Belanda, Presiden SBY memberikan surprise soal calon Kapolri. Penunjukan ini cukup mengagetkan banyak pihak termasuk proses penunjukan Timur yang tidak biasa. Namun melalui Menkopolhukam, Joko Susanto, Presiden SBY menegaskan dasar penunjukan Timur Pradopo sudah sesuai dengan kompetensi, jenjang kepangkatan, dan karir yang sudah dilewati Timur Pradopo.
Penunjukan Komjen Polisi Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang dicalonkan Presiden juga menyoroti kenaikan pangkat Timur yang “super cepat”. Dari jabatan Inspektur Jendral yang berbintang dua menjadi bintang tiga, bahkan jika lolos dalam fit and proper test DPR sebagai Kapolri maka Timur Pradopo kembali akan naik pangkat.
Selain track recordnya yang kurang mulus terkait kasus Tri Sakti dan Timor Leste, kepangkatan Timur Pradopo yang “super cepat” juga dipertanyakan. Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menilai, pilihan ini adalah Hak Prerogative Presiden meski menjadi sesuatu yang di luar prosedur atau kebiasaan.
Usulan Presiden atas Timur Pradopo sebagai Kapolri nyatanya dapat restu dari Paripurna DPR. Tidak ada interupsi saat Wakil Ketua DPR Pramono Anung membacakan nama Timur. Meski demikian sejumlah anggota DPR tetap mempersoalkan cara Presiden memilih calon Kapolri.
Bahkan bisa jadi dasar penunjukan Timur Pradopo karena kedekatannya dengan Presiden.
Dalam waktu dekat, Komisi III DPR akan mengagendakan fit and proper test untuk Timur Pradopo sebagai calon Kapolri. Banyak suara miring, banyak ketidakyakinan akan sosok Timur Pradopo mampu membawa gerbong Kepolisian Republik Indonesia. Ini tentu menjadi tantangan besar sebagai Timur Pradopo untuk membuktikan capabilitasnya demi nama baik institusi Polri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: