Tinggalkan komentar

5 hewan terapi yang paling menjijikan versi Tanggulangsi.


  • Kuda Nil

Sebagai informasi, keringat hewan yang terbiasa berendam di air ini tidak seperti keringat manusia yang bening. Keringat kuda nil ini berwarna merah dan kental. Berdasarkan hasil riset, keringat hewan berbadan besar ini merupakan Sun Block no. 1. Karena keringatnya juga, kuda nil merupakan hewan yang bisa begitu tahan dengan sinar matahari. Berdasarkan strukturnya, keringat kuda nil ini penuh dengan mikroscopis yang dapat memecah molekul cahaya. Selain itu, keringat kuda nil juga berfungsi sebagai antiseptic. Wah…salah satu tokoh film Madagaskar yang bernama Gloria ini ternyata hebat juga yach.

  • Maggot

Terapi selanjutnya adalah terapi menggunakan Maggot. Maggot sendiri adalah sebutan bagi lalat yang belum dewasa, dengan kata lain ‘belatung’. Terapi menggunakan Maggot ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920-an sebagai pengobatan untuk infeksi tulang dan jaringan. Tampangnya hewan ini memang jelek dan menjijikan , tapi menurut sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Clinical Infectious Dessease, telah menemukan bahwa belatung berguna untuk mengobati luka yang dalam, tanpa meningkatkan resiko infeksi lebih lanjut, misalnya setelah operasi, karena belatung ini diduga mampu mengeluarkan zat yang bisa melawan infeksi. Terapi ini menggunakan jenis belatung yang disteril yaitu Painicest dari …. . Belatung ini akan ditempatkan pada luka seseorang 2 kali dalam seminggu dan dibiarkan selama 48 sampai dengan 72 jam.

  • Lintah

Mungkin, terapi sedot lintah sudah biasa dibahas di beberapa media, tapi tetap saja terasa menjijikan. Lintah-lintah ini digunakan untuk menyerap darah-darah kotor. Selain itu berdasarkan studi lanjutan, air liur lintah mengandung obat bius alami, antibiotic, serta enzim-enzim yang menguntungkan serta anticogulan yang dapat mencegah serangan jantung dan struk. Bahkan konon,minyak yang dihasilkan dari binatang penghisap darah ini bisa menjadi obat kuat bagi laki-laki dewasa.

  • Kumbang Brister

Brister yang berarti melepuh sudah menjadi nama yang cukup mengerikan bagi terapi yang satu ini. Kumbang Brister mempunyai racun yang disebut Cantaribin yang bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa apabila terkena kulit. Jangankan zatnya, saat anda mencoba menyentuhnya dengan tangan kosongpun kumbang ini mampu menyebabkan pembengkakan. Zat Cantaribin ini dikeluarkan kumbang jantan untuk diberikan ke kumbang betina saat reproduksi. Zat ini bermanfaat untuk terapi penyakit encok, rematik dan impotensi.

  • Cacing Kail.

Sedikit agak geli saat mendengar kata cacing. Dengan cara hidup cacing kail yang menumpang dalam tubuh inang, cacing kail berkembang biak dengan cepat dalam tubuh inangnya dan menyebar dengan cepat. Saat cacing ini masuk ke tubuh seseorang, ia berkembangbiak dan menyerap nutrisi yang ada dalam tubuh. Profesor David Richard dan timnya mempunyai teori, bahwa infeksi cacing kail dalam skala kecil merupakan obat alergi yang paling efektif di bumi. Cacing-cacing kail ini memaksa system antibody tubuh untuk tidak beraksi terlalu berlebihan terhadap alergi.

Itulah beberapa informasi terapi yang bisa menjadi pilihan bagi anda yang memang ingin mencoba terapi jenis baru. Namun, hati-hati saja yah…

 

Sumber : On The Spot Trans 7



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: