Tinggalkan komentar

Botol Air Minum dan Sajak Terakhir Rendra


Pukul setengah tujuh pagi aku sudah dibangunkan oleh anak sekolah yang ingin menukarkan uang kertas merah kumal bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II, yang disitu tertera tahun cetaknya 2005, ia ingin menukarkan kertas merah itu dengan pecahan uang yang nominalnya lebih kecil. Aku teringat kalau dompetku sekarang tebal, tapi bukan tepal lantaran aku punya banyak uang, tapi lantaran kebanyakan pecahan uang bergambar Kapitan Pattimura. Kebetulan sekali karena aku harus menipiskan isi dompet tersebut tanpa harus membelanjakannya. Aku cari dan aku kumpulkan sepuluh lembar kertas dengan nomor seri yang berbeda-beda. Kertas-kertas kumal bergambarkan Pulau Maitara dan Tidore itu pun dihitung ulang oleh kawan kecil saya. Walaupun mata melek setengah, kalau urusan dengan uang, tidak menjadi masalah bagi saya, anda juga khan? Sambil mengingat-ingat tadi malam tidur jam berapa aku ke belakang mengambil sebotol air putih dari botol air mineral yang mungkin bisa dibilang sudah tidak layak lagi dipakai karena bentuk wadahnya sudah sangat tidak serapi dan sebening saat bibiku membelinya. Aku tidak rela membuang wadah botol air mineral tersebut, selain karena mereka saling berpasangan, juga karena botol air mineral yang katanya “asli air pegunungan” tersebut, senantiasa menghilangkan dahaga di pangkal tenggorokan semenjak aku dulu duduk di bangku SLTP kelas Tiga atau sekarang formalnya SMP kelas IX, walaupun rasanya sudah tak sesegar “asli air pegunungan”. Botol air yang kalau diisi air panas akan mengkerut itupun tak pernah dibersihkan walaupun prewul-prewul selalu tampak saat kusisakan hanya beberapa cc air, tapi tak ada keluhan apapun yang dialami lambung besarku ini. Aku anggap saja air itu air zam-zam. Yang anehnya, kalau pagi harinya setelah bangun tidur setelah aku minum beberapa cc air dari botol kumal tersebut beberapa menit kemudian yang kurasakan adalah perut mules ingin b.a.b. Berarti dapat diambil benang merah pencernaanku lancer. Karena pernah saya baca di artikel, orang yang tiap pagi rutin b.a.b itu tandanya pencernaannya sehat. Alhamdulillah.

Lho kok malah panjang lebar cerita botol air minum. Aku cuman ingin mengingatkan kembali tentang sosok rendra, tapi aku kurang tau informasi tentang biografinya. Yang jelas di adalah seorang sastrawan, seorang teman, seorang bapak dan manusia biasa seperti kita yang sangat baik dikenal oleh bangsa Indonesia. Aku hanya tau tentang sajak terakhirnya Rendra sebelum di dipanggil Yang Maha Kuasa. Ini dia sepotong sajaknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: