1 Komentar

Tujuh Fakta Tentang Mbah Marijan


26 Oktober 2010 Indonesia berkabung karena telah terjadi bencana alam yaitu meletusnya gunung berapi yang banyak menelan korban termasuk salah satu orang yang kita kenal yaitu Mbah Marijan. Inilah tujuh fakta tentang Mbah Marijan.

  1. Namanya menjadi melambung karena bersih kukuh menolak pergi ketika gunung merapi menunjukkan tanda-tanda aktif pada tahun 2006 lalu. Saat itu nama Mbah Marijan terkenal karena kebenaran akan prediksinya bahwa Merapi tidak akan meletus, padahal hal tersebut bertolak belakang dengan perkiraan para ahli vulkanologi.
  2. Begitu hebatnya Mbah Marijan membuat dirinya ditawari kontrak oleh sebuah produk minuman berenergi yang ingin mengontrak dirinya untuk dijadikan ikon produk mereka. Dan ketika beliau mendapatkan rejeki sebagai bintang iklan, beliau membagikan kepada masyarakat di sekitar rumahnya. Sikap beliau seharusnya patut ditiru karena mencerminkan sebagai contoh dari masyarakat yang baik dan peduli.
  3. Banyak orang mengira bahwa Mbah Marijan adalah juru kunci Merapi, tapi ternyata menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, Mbah Marijan bukanlah juru kunci Merapi melainkan juru kunci Keraton untuk sebuah upacara di Gunung Merapi. Sosok lelaki tua yang memiliki nama Raden Ngabehi Surakso Hargo ini ikut menjadi korban ketika wedus gembel menerjang rumahnya pada 26 Oktober 2010 lalu. Kejadian itu pun akhirnya menyebabkan ia meninggal dunia. Lelaki dengan sosok sederhana ini mulai menjabat sebagai wakil juru kunci pada tahun 1970 dan jabatan sebagai juru kunci ia dapatkan sejak tahun 1982.
  4. Lelaki berusia 83 tahun ini ditemukan tewas dalam posisi bersujud di dapur rumahnya. Sejumlah sumber menyebutkan fakta-fakta yang menguatkan dugaan bahwa jasad tersebut adalah Mbah Marijan ialah karakteristik wajahnya sangat mirip dengan Mbah Marijan dan pakaian yang menempel ditubuhnya. Selain itu juga dikenali juga pakaian batik yang terakhir kali digunakannya saat sebelum gunung Merapi meletus. Dengan ditemukannya jenazah Mbah Marijan dengan memakai baju batik dan kopiah, seakan memberi tahu kita bahwa hanya sujud kepada Tuhan yang bisa dan harus kita siapkan dalam menghadapi segalanya.
  5. Suasana haru menyelimuti pemakaman Mbah Marijan di desa Serunen kelurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman Yogyakarta. Ribuan warga memadati pemakaman pribadi yang sederhana dan humoris yang lahir di dukuh Kinaharjo desa Umbulharjo, Cangringan, Sleman 1927 tahun silam. Sejak pagi masyarakat telah menunggui iring-iringan jenazah Mbah Marijan di pinggir-pinggir jalan. Antusiasme masyarakat yang terlihat mencerminkan bentuk dari penghormatan terhadap almarhum.
  6. Keluarga Mbah Marijan terdiri dari keluarga besar. Dari hasil perkawinannya dengan wanita yang bernama Ponirah, Mbah Marijan dikaruniai 10 anak yang 5 diantaranya telah meninggal dunia. Selain itu Mbah Marijan juga dikaruniai 11 cucu dan 6 orang cicit. Salah satu anaknya yang bernama Mbah Ajungan sempat menjadi penasehat Presiden Soekarno di tahun 1968 sampai dengan 1969, kemudian menjadi wali mangkur negara ke-8 pada tahun 1974 sampai dengan 1987.
  7. Bintang iklan dari sebuah produk minuman berenergi ini ternyata sangat jarang menggunakan bahasa Indonesia. Saat berbincang-bincang dengan rekannya dalam suatu iklan, Vega Darwanti, Mbah Marijan pun menggunakan bahasa Jawa, tidak hanya itu jika dirinya diwawancara oleh wartawan ia tetap menggunakan bahasa Jawa disbanding dengan bahasa Indonesia.

Selamat jalan Mbah Marijan, sosok sederhana yang penuh dengan kesetiaan dan pemberani kini telah tiada. Semoga, amal dan ibadahmu diterima di sisi Tuhan dan bagi keluarga yang ditinggalkan dapat diberi kekuatan serta ketabahan.

One comment on “Tujuh Fakta Tentang Mbah Marijan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: