Tinggalkan komentar

Talk About Guangzhou


Salah satu ciri khas Guangzhou yang tak akan ditemui di kota-kota besar di Indonesia adalah tak terlihatnya sepeda motor di jalan raya. Sejauh mata memandang, tidak terlihat motor lalu lalang di antara mobil dan bus.

Konon, sejak Januari 2007 motor dilarang masuk ke daerah perkotaan di ibu kota Provinsi Guangdong ini. Langkah itu diambil Pemkot Guangzhou untuk mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Hasilnya? Menurut seorang polwan yang bertugas di depan Media Press Center (MPC), jumlah kecelakaan turun drastis sejak saat itu. Dengan bahasa Inggris yang patah-patah, dia menyebut problem lalu-lintas cukup terurai dengan pelarangan motor di dalam kota.

Sepeda dan sepeda elektrik kemudian menjadi pilihan masyarakat. Rata-rata yang terlihat adalah model onthel yang kuno tapi terkesan antik.

Ikhtiar untuk mengurai kemacetan lalu lintas terus diupayakan oleh Pemkot Guangzhou. Salah satu nya, menerapkan kebijakan tanggal genap untuk nomor kendaraan pribadi yang genap, demikian pula sebaliknya.

Kemarin, tanggal 12 November 2010, misalnya, hanya mobil dengan nomor pelat genap yang boleh berjalan. Hari ini, hanya mobil dengan pelat ganjil yang boleh dikemudikan.

Peraturan ini tak berlaku untuk bus dan taksi. Selama Asian Games, juga tak berlaku bagi mobil yang digunakan untuk operaional pesta olahraga empat tahunan ini. Tentu saja dengan memasang tanda khusus.

Kebijakan itu meniru Beijing yang menerapkannya pada Olimpiade 2008. Untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran, Pemkot Guangzhou memasang 3.000 polisi elektronik di setiap sudut kota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: