Tinggalkan komentar

Banjir yang tengah melanda dunia.


Seiring perubahan cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini, bencana banjir pun banyak melanda di sejumlah tempat di belahan dunia. Tanggulangsi.com akan mengulas seputar banjir yang tengah melanda dunia mengawali tahun 2011.

  1. Australia

    Banjir terparah pertama saat ini terjadi di negeri tetangga di Queensland, Australia. Banjir yang disebabkan gejala iklim La Nina sejak di awal tahun ini terus meluas, banjir yang datangnya menyerupai bencana tsunami ini setidaknya telah menenggelamkan lebih dari 1.200 rumah dan 10.700 rumah rusak parah terkena dampak banjir. Hingga kini masih banyak akses jalan yang terputus dan tumpukan mobil yang terseret arus derasnya banjir pun masih menumpuk di jalan-jalan. Banjir terbesar di daerah Quensland ini telah membuat lebih dari 200.000 orang menderita, menelan korban hingga 25 jiwa, dan 72 orang dilaporkan hilang. Tak hanya itu, saat ini tumpahan air bah tersebut telah mencemari kawasan terumbu karang di kepulauan Caple di lepas pantai Rock Hampton dan bisa memusnahkan biota laut langka.

  2. Brazil

    Bencana banjir dan tanah longsor baru-baru ini juga telah menghancurkan kota di kawasan pegunungan dekat Rio Denjanero, Brazil. Kota Teresopolisen yang terletak di utara Rio ini merupakan daerah terparah yang dihantam air bah akibat tanggul sungai yang jebol usai diterpa hujan deras selama 24 jam. Ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa ini pun telah menelan lebih dari 443 korban jiwa dan sekitar 50 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan di kota Novafriburgo, air bercampur lumpur terus turun dari perbukitan dan limpahan airnya pun menghantam kawasan perbukitan dan menyebabkan terjadinya longsor. Lebih dari 100 orang tewas terkubur tanah longsor dan 1.000 penduduk lainnya yang selamat kehilangan tempat tinggal saat ini mereka pun telah diungsikan.

  3. Sri Lanka

    Banjir besar pun telah menggenangi wilayah kota ini sejak awal pekan ini. Bencana banjir dan longsor di Sri Lanka pun telah membuat lebih dari 200.000 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Sehingga para korban banjir pun terpaks tinggal di tenda-tenda. Jumlah korban jiwa kini meningkat menjadi lebih dari 21 orang yang umumnya tewas tertimbun longsor dan terseret arus. Pemerintah setempat pun mengerahkan Angkatan Udara untuk turun tangan dalam mengewakuasi korban dan mendistribusi bantuan dengan helikopter. Namun karena buruknya cuaca hingga kini penyaluran bantuan pun masih sulit dilakukan, bahkan Presiden Sri Lanka, Mahinda Raja Paksa, menunda perjalanan meninjau kota.

  4. Medan dan Samarinda

    Tak hanya di negara lain, Indonesia yang merupakan wilayah rawan banjir ini pun beberapa tempat kembali tergenang. Banjir yang melanda kota Medan dan sekitarnya ini disebabkan tingginya curah hujan yang menjebol tanggul sungai di Deli. Akibatnya ratusan rumah di enam kelurahan di Kecamatan Medan Maemun seluruhnya terendam banjir. Kendati dikabarkan belum ada korban jiwa, kondisi ini merupakan banjir terparah sepanjang sejarah wilayah ini. Sementara di Kalimantan, air setinggi betis orang dewasa pun menggenangi beberapa wilayah yang menjadi langganan banjir di Samarinda. Banjir besar di Lowa Batung dan di kelurahan Air Putih, kecamatan Samarinda Ulu merupakan lokasi banjir yang terparah. Diduga kuat banjir terjadi sebagai imbas pengupasan lahan untuk pengembangan kota serta saluran air yang tidak berungsi sebagaimana mestinya.

     

Menurut ilmuwan dari Amerika dan Australia, bencana banjir yang terjadi secara serentak di beberapa negara diduga merupakan efek dari fenomena pemanasan global yang semakin diperparah oleh kerusakan yang ditimbulkan manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: